Rabu, 16 April 2014



PSIKOLOGI KOMUNIKASI
Dalam kehidupan sehari-hari proses komunikasi yang dilakukan menggunakan penggunaan lambing-lambang verbal serta nonverbal bersamaan. Hal tersebut karena bahasa verbal dan nonverbal bersifat holistik atau tidak dapat di pisahkan. Dalam proses komunikasi, bahasa nonverbal menjadi pelengkap bahasa verbal namun tidak jarang nonverbal menjadi pengganti dari ungkapan-ungkapan verbal. Meski kedua sistem komunikasi ini tidak dapat dipisahkan namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Komunikasi verbal sangat terstruktur dan mempunyai hukum atau aturan-aturan tata bahasa. Dalam komunikasi nonverbal hampir tidak ada atau tidak ada sama sekali struktur formal yang mengarahkan komunikasi. Kebanyakan komunikasi nonverbal terjadi secara tidak disadari, tanpa urut-urutan kejadian, yang dapat diramalkan sebelumnya. Tanpa pola yang jelas, perilaku nonverbal yang sama dapat memberi arti yang berbeda pada saat yang berlainan.
Komunikasi nonverbal baru berhenti bila orang yang terlibat di dalamnya meninggalkan suatu tempat. Tetapi selama tubuh, wajah dan kehadiran kita masih dapat dipersepsikan oleh orang lain atau diri kita sendiri, berarti komunikasi nonverbal dapat terjadi. Tidak sama halnya dengan kata-kata dan simbol dalam komunikasi verbal yang mempunyai titik awal dan akhir yang pasti.


KOMUNIKASI VERBAL
1.      Definisi
Hasan (2011) memaparkan bahwa komunikasi verbal adalah proses komunikasi yang di lakukan dengan memakai simbol-simbol verbal baik secara lisan maupun tertulis. Pesan yang ada pada komunikasi verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu atau lebih kata. Berbeda dengan nonverbal yang spontan, keseluruhan komunikasi verbal yang dilakukan adalah proses sadar yaitu pesan verbal yang dengan pemikiran sadar untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain.
Akhmadi (2009) menekankan komunikasi pada satu titik berat saja yaitu bahasa. Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk berkomunikasi, berinteraksi dan mengidentifikasikan diri yanng terwujud dalam percakapan atau perkataan. Bahasa sebagai suatu ungkapan dalam bentuk kalimat atau kata dari seseorang kepada orang lain agar terjalin komunikasi, kerja sama saling berinteraksi antara satu dengan lain untuk mencapai tujuan.
Rahmat (1994) menjelaskan komunikasi verbal dengan memberikan pemaparan tentang bahasa. Bahasa adalah alat atau media yang secara bersama-sama di buat dan digunakan untuk mengungkapkan gagasan. Mulyana (2005) mendefinisikan bahasa sebagai simbol sistematis yang terdiri dari kombinasi symbol yang telah disepakati bersama sebelumnya dan memudahkan komunitas atau populasi untuk bertukar informasi.

2.      Ciri-Ciri dan Fungsi
Ciri-ciri komunikasi verbal menurut Hasan (2011) adalah:
·         Cara penyampaiannya adalah lisan atau tulisan
·         Komunikasinya dua arah
·         Di dukung dengan bantuan nonverbal
Sedangkan menurut Barker (Mulyana, 2005) bahasa yang di gunakan sebagai fasilitator dalam komunikasi verbal, memiliki fungsi yang sangat banyak. Diantaranya adalah:
1.      Bahasa di jadikan penjulukan atau label pada objek sehingga individu yang akan melakukan proses komunikasi sudah mendapatkan rujukan nama yang diketahui individu lain.
2.      Fungsi interaksi yang mengundang simpati dan pengertian.
3.      Fungsi transmisi yaitu keadaan ketika informasi dapat tersalurkan

3.      Keterbahasan Bahasa
Hasan (2011) memaparkan beberapa keterbatasan dari bahasa bahasa sebagai penunjang komunikasi verbal, yaitu:
a.       Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk dapat mewakili objek.
b.      Kata-kata bersifat ambigu dimana kata merepresentasikan persepsi dan interpretasi orang yang berbeda-beda serta budaya yang bermacam-macam pula sehingga dapat muncul berbagai pemaknaan.
c.       Adanya ketimpangan fakta dan opini, tidak jarang individu dalam berbahasa mencampur adukkan fakta, penafsiran serta penilaian. Sedangkan komunikasi akan dikatakan efektif ketika individu pelaku komunikasi dapat memisahkan pernyataan fakta dan dugaan.


Akhmadi. 2009. Komunikasi Verbal Dan Nonverbal Dalam Konseling, Kajian Materi Diklat Teknis Fungsional Peningkatan Kompetensi Guru Muda Bk Ma. BDK Surabaya : Tidak diterbitkan.

Hasan, H. 2011. Ilmu Pernyataan. UPI Bandung : Tidak diterbitkan.

Rahmat, J. 1994. Psikologi Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar