PSIKOLOGI
KOMUNIKASI
Dalam
kehidupan sehari-hari proses komunikasi yang dilakukan menggunakan penggunaan
lambing-lambang verbal serta nonverbal bersamaan. Hal tersebut karena bahasa
verbal dan nonverbal bersifat holistik atau tidak dapat di pisahkan. Dalam
proses komunikasi, bahasa nonverbal menjadi pelengkap bahasa verbal namun tidak
jarang nonverbal menjadi pengganti dari ungkapan-ungkapan verbal. Meski kedua
sistem komunikasi ini tidak dapat dipisahkan namun keduanya memiliki perbedaan
yang signifikan.
Komunikasi
verbal sangat terstruktur dan mempunyai hukum atau aturan-aturan tata bahasa.
Dalam komunikasi nonverbal hampir tidak ada atau tidak ada sama sekali struktur
formal yang mengarahkan komunikasi. Kebanyakan komunikasi nonverbal terjadi
secara tidak disadari, tanpa urut-urutan kejadian, yang dapat diramalkan
sebelumnya. Tanpa pola yang jelas, perilaku nonverbal yang sama dapat memberi
arti yang berbeda pada saat yang berlainan.
Komunikasi
nonverbal baru berhenti bila orang yang terlibat di dalamnya meninggalkan suatu
tempat. Tetapi selama tubuh, wajah dan kehadiran kita masih dapat dipersepsikan
oleh orang lain atau diri kita sendiri, berarti komunikasi nonverbal dapat
terjadi. Tidak sama halnya dengan kata-kata dan simbol dalam komunikasi verbal
yang mempunyai titik awal dan akhir yang pasti.
KOMUNIKASI VERBAL
1.
Definisi
Hasan
(2011) memaparkan bahwa komunikasi verbal adalah proses komunikasi yang di
lakukan dengan memakai simbol-simbol verbal baik secara lisan maupun tertulis.
Pesan yang ada pada komunikasi verbal adalah semua jenis simbol yang
menggunakan satu atau lebih kata. Berbeda dengan nonverbal yang spontan,
keseluruhan komunikasi verbal yang dilakukan adalah proses sadar yaitu pesan
verbal yang dengan pemikiran sadar untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan
orang lain.
Akhmadi
(2009) menekankan komunikasi pada satu titik berat saja yaitu bahasa. Bahasa adalah
sistem lambang bunyi yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk
berkomunikasi, berinteraksi dan mengidentifikasikan diri yanng terwujud dalam
percakapan atau perkataan. Bahasa sebagai suatu ungkapan dalam bentuk kalimat
atau kata dari seseorang kepada orang lain agar terjalin komunikasi, kerja sama
saling berinteraksi antara satu dengan lain untuk mencapai tujuan.
Rahmat
(1994) menjelaskan komunikasi verbal dengan memberikan pemaparan tentang
bahasa. Bahasa adalah alat atau media yang secara bersama-sama di buat dan
digunakan untuk mengungkapkan gagasan. Mulyana (2005) mendefinisikan bahasa
sebagai simbol sistematis yang terdiri dari kombinasi symbol yang telah
disepakati bersama sebelumnya dan memudahkan komunitas atau populasi untuk
bertukar informasi.
2.
Ciri-Ciri
dan Fungsi
Ciri-ciri komunikasi
verbal menurut Hasan (2011) adalah:
·
Cara penyampaiannya adalah lisan atau
tulisan
·
Komunikasinya dua arah
·
Di dukung dengan bantuan nonverbal
Sedangkan
menurut Barker (Mulyana, 2005) bahasa yang di gunakan sebagai fasilitator dalam
komunikasi verbal, memiliki fungsi yang sangat banyak. Diantaranya adalah:
1. Bahasa
di jadikan penjulukan atau label pada objek sehingga individu yang akan
melakukan proses komunikasi sudah mendapatkan rujukan nama yang diketahui
individu lain.
2. Fungsi
interaksi yang mengundang simpati dan pengertian.
3. Fungsi
transmisi yaitu keadaan ketika informasi dapat tersalurkan
3.
Keterbahasan
Bahasa
Hasan
(2011) memaparkan beberapa keterbatasan dari bahasa bahasa sebagai penunjang
komunikasi verbal, yaitu:
a. Keterbatasan
jumlah kata yang tersedia untuk dapat mewakili objek.
b. Kata-kata
bersifat ambigu dimana kata merepresentasikan persepsi dan interpretasi orang
yang berbeda-beda serta budaya yang bermacam-macam pula sehingga dapat muncul
berbagai pemaknaan.
c. Adanya
ketimpangan fakta dan opini, tidak jarang individu dalam berbahasa mencampur
adukkan fakta, penafsiran serta penilaian. Sedangkan komunikasi akan dikatakan
efektif ketika individu pelaku komunikasi dapat memisahkan pernyataan fakta dan
dugaan.
Akhmadi. 2009. Komunikasi Verbal Dan Nonverbal Dalam
Konseling, Kajian Materi Diklat Teknis Fungsional Peningkatan Kompetensi Guru
Muda Bk Ma. BDK Surabaya : Tidak diterbitkan.
Hasan, H. 2011. Ilmu Pernyataan. UPI Bandung : Tidak
diterbitkan.
Rahmat, J. 1994.
Psikologi Komunikasi. Bandung :
Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar