Selasa, 18 September 2012

Mid Psikologi Perkembangan Remaja


Hasnawati Lahamuddin
1171040076   


A.       Introuction
1.      Dalam  perspektif sejarah remaja, terdapat pembagian jaman. Yang pertama adalah Jaman Yunani. Pada jaman Yunani kuno, baik Plato maupun Aristoteles membuat pernyataan tentang remaja. Seperti yang dijelaskan dalam buku The Republik, Plato menjelaskan tentang tiga faset dari perkembangan jiwa manusia yaitu keinginan, semangat dan nalar. Menurut Plato, nalar merupakan faset tertinggi yang muncul pada saat remaja.  Aristoteles menegaskan bahwa hal terpenting dalam masa remaja adalah pembentukan kemampuan untuk memilih. Menurut Aristoteles, kemampuan untuk menentukan secara mandiri ini merupakan tanda dari kematangan. Ia percaya bahwa pada permulaan masa remaja indiviu tidak stabil dan tidak sabar, karena kurang adanya kontrol diri yang dibutuhkan untuk menjadi seseorang yang matang. Jaman Pertengahan dan Masa Pencerahan anak dianggap sebagai miniatur orang dewasa. Anak dan remaja dianggap mempunyai minat yang sama dengan orang dewasa. Dan karena mereka hanyalah orang dewasa mini, mereka juga diperlakukan seperti orang dewasa dengan disiplin ketat dan keras. Jaman ini anak dan remaja disamakan dengan orang-orang dewasa. Namun pada abad ke-18 Rousseau menawarkan pandangan positif tentang remaja. Dia berpendapat bahwa memperlakukan orang dewasa mini ini sangat berbahaya. Remaja Pada Tahun-Tahun Pertama Berdirinya Negara Amerika, kesempatan untuk bersekolah menjadi kenyataan dan lebih banyak pilihan untuk berkarir. Tetapi meningkatnya kekacauan dan kekerasan menjai ciri masyarakat waktu ini. Pada masa permulaan republik, remaja mulai melakukan perpindahan dari daerah ke perkotaan. Remaja laki-laki sudah mulai melakukan magang di berbagai tempat kerja. Abad ke-20, pada masa ini remaja mendapat status yang lebih baik dalam masyarakat sekaligus melalui beberapa perubahan yang kompleks. Sikap pasif dan konformitas pada kepemimpinan orang dewasa digantikan dengan meningkatnya otonomi dan konformitas pada nilai teman sebaya. Orang dewasa mulai meniru gaya remaja, bukan sebaliknya.

2.      Remaja adalah suatu tahap pertumbuhan atau transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Dalam buku karangan Hurlock masa remaja dalam 2 yaitu remaja awal (13-16/17) dan remaja akhir (16/17-18). Menurut Konpka (Pikunas, 1976) masa remaja ini meliputi (a) remaja awal: 12-15 tahun; (b) remaja madya: 15-18 tahun; (c) remaja akhir: 19-22 tahun.

3.      William Kay mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja sebagai berikut :
a)      Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya.
b)      Mencapai kemandirian emosional dari orangtua atau figur-figur yang mencapai otoritas.
c)      Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan belajar bergaul dengan teman sebaya atau orang lain, baik secara individu maupun kelompok.
d)      Menemukan manusia model yang dijadikan identitasnya.
e)      Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri.
f)       Memperkuat self-control (kemampuan mengendalikan diri) atas dasar skala nilai. Prinsip-prinsip atau falsafah hidup (Weltanschauung).
g)      Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri (sikap/perilaku) kenak-kanakan.
4.      Menurut Hurlock 5 minat perubahan remaja ialah:
1)      Minat sosial. Misalnya pesta, minuman keras, percakapan, ketertarikan lawan jenis dan sebagainya.
2)      Minat pribai. Misalnya minat paa penampilan, an sebagainya.
3)      Minat pada agama
4)      Minat pada pekerjaan
5)      Minat pada pendidikan

5.      Menurut Root dalam Hurlock (2004), pubertas merupakan suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reprouksi. Menurut Prawirohardjo (1999:127), pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa.

B.       Aspek Biologis Remaja
1.      Pada masa remaja terdapat 2 jenis hormon yang sangat penting yaitu anrdogen dan estrogen. Anrdogen adalah hormon laki-laki dan estrogen adalah hormon perempuan. Testosteron adalah jenis dari anrdogen yang berperan penting pada sejumlah perubahan fisik pada anak laki-laki, perkembangan alat kelamin luar, bertambahnya tinggi badan, dan perubahan suara. Sedankan Estraiol merupakan jenis estrogen yang apabila kadarnya meningkat maka akan menyebabkan perkembangan payudara, rahim dan perubahan tulang pada kerangka tubuh.

2.      Perkembangan fisik remaja

No.
Perempuan
Laki-Laki
1
Perkembangan rahim dan vagina
Perkembangan penis dan kantung zakar
2
Pinggul melebar
Tumbuh jakun
3
Payudara membesar
Suara mulai pecah
4
Tumbuh bulu kemaluan dan ketiak
Bahu melebar
5

Tumbuh bulu kemaluan dan ketiak

3.      Menarche merupkan suatu pertanda dari kematangan seksual pada remaja perempuan yaitu menstruasi yang pertama. Biasanya terjadi pada umur 9-15 tahun (Santrock), menurut banyak ahli ini bisa jadi hal yang paling bersejarah dalam hidup seseorang. Mimpi basah juga pertanda dari kematangan seksual pada laki-laki.

C.       Perkembangan Emosi
1.      Pastinya remaja adalah masa yang menimbulkan ketakutan karena pada masa ini muncul berbagai macam perubahan-perubahan yang sangat drastis. Mulai dari fisik, peran sosial, bahkan emosi dan hal-hal lain yang banyak remaja awal yang ketakutan pada proses penerimaan dan adaptasinya.
2.      Hal ini merupakan peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang biasa disebut oleh Anna Freud sebagai Stres & Stroam. Peningkatan emosional merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Pada kondisi sosial, hal ini merupakan pertanda remaja berada dalam kondisi baru yang sangat berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa remaja akan datang banyak tuntutan dan tekanan misalnya tidak boleh bertingkah kekanak-kanakan, harus mandiri, harus bertanggung jawab, harus begini, harus begitu, dan sebagainya.
3.      Ciri remaja yang emosinya sudah matang menurut Hurlock (2000):
a)      Emosinya tidak meledak-ledak dihaapan orang lain, melainkan menunggu saat dan tempat yang lebih tepat untuk mengungkapkan emosinya dengan cara yang lebih bisa diterima.
b)      Menilai situasi secara kritis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara emosional negatif.
c)      Memiliki reaksi emosional yang stabil.

D.       Perkembangan Sosial
1.      Menurut Ericson, masa remaja terjadi pada tahap identitas vs kekacauan identitas. Pada saat ini indiviu dihadapkan pada pertanyaan siapa mereka, mereka sebenarnya apa, dan kemana mereka menuju dalam hiupnya. Remaja dihaapkan dengan banyak peran baru yang menyangkut masalah asmara, pekerjaannya bahkan perannya dalam masyarakat.
2.      Seperti kata Ericson bahwa remaja adalah masa serba bingung dalam pencarian jati diri. Pada masa ini remaja akan sangat memperhatikan penampilan, nah apabila ia mengidolakan seseorang otomatis ia akan menganggap idolanya itu yang paling keren dan paling benar maka dari sini dia akan lebih cenderung untuk menirukan gaya dari idolanya.
3.      Perkembangan sosial remaja pada tahap remaja awal biasanya terjadi kesulitan dalam penempatan diri. Yang dimaksukan disini ialah adanya kebingungan terhadap peran sosial yang akan dihaapinya, semua hal menjadi serba salah dan menimbulkan banyak pertanyaan. Pada tahap remaja akhir biasanya hal-hal menjadi lebih mudah karena faktor kebiasaan. Pada tahap ini hubungan remaja dengan orang tua, teman sebaya dan masyarakat akan semakin membaik. Yang jelas pada tahap ini penempatan diri remaja sudah semakin baik.
4.      Jenis ietitas iri remaja:
a)      Diffused Identity. Menurut Marcia dalam Nielsen (1997:146), remaja tipe ini belum bisa memilih tujuan hidup dan panggilan idiologi. Tipe ini cenderung tidak memiliki rasa ingin tahu, melainkan hanya ingin mengikuti arus sosial dan tidak sadar akan ketidak nyamanannya.
b)      Moratorium. Tipe ini hampir serupa diffused idetity, tipe ini masih belum tahu siapa jati dirinya namun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan berusaha untuk menemukan identitasnya. Remaja dengan tipe ini mengalami stress yang besar dan selalu gelisah akibat tidak adanya identitas atau jati dirinya. Hal ini berujung pada pengekspresian emosi yang besar, kebingungan, dan adanya perasaan ingin bebas agar lebih leluasa mencari jati dirinya.
c)      Foreclose Identity. Remaja tipe ini telah mengetahui tujuan hidupnya dan pandangan hidup dengan jelas, tapi dengan bimbingan atau tentuan dari orang yang berpengaruh dalam hidupnya seperti orang tua. Namun remaja tipe ini cenderung menganggap jati diri mereka sebagai suatu keharusan yang wajib diambil tanpa memanang kenyamanan diri sendiri.
d)      Achivement Identity. Remaja tipe ini telah mengalami kebingungan dan ketidak pastian dalam pencarian jati diri dengan mencoba berbagai macam idiologi dan identitas selama masa remaja. Hasil kerja keras tersebut membuat remaja memiliki karakter yang kuat serta cenderung percaya diri. Tipe ini biasanya berfikir rasional serta menentukan jalan hidupnya sendiri.

E.       Perkembangan Sexual
1.      Hormon yang berperan dalam perkembangan sexual remaja yaitu anrdogen dan estrogen. Anrdogen adalah hormon laki-laki dan estrogen adalah hormon perempuan. Testosteron adalah jenis dari anrdogen yang berperan penting pada sejumlah perubahan fisik pada anak laki-laki, perkembangan alat kelamin luar, bertambahnya tinggi badan, dan perubahan suara. Sedankan Estraiol merupakan jenis estrogen yang apabila kadarnya meningkat maka akan menyebabkan perkembangan payudara, rahim dan perubahan tulang pada kerangka tubuh.
2.      Sigmund Freud memang dikenal degan anggapannya bahwa seks merupakan kebutuhan dasar dari manusia. Dia beranggapan bahwa memang seks adalah hal yang tidak salah untuk dipenuhi karena memang salah satu kebutuhan biologis yang utama, Freud beranggapan bahwa indiviu harus berhasil melewati pengalaman dalam pengembangan pengalaman psikoseksual. Namun hal ini yang menyebabkan dia mendapat banyak kritikan dari tokoh-tokoh psikoanalisis yang lain.
3.      Cara mencegah sexual bebas remaja:
a)      Adanya kasih sayang serta perhatian dari orang tua kepada anak serta pengawasan yang tidak berkesan mengekang.
b)      Orang tua harus senantiasa mengawasi media massa dan komunikasi.
c)      Hal yang lumayan bagus untuk pencegahan adalah dengan ikut kegiatan ekstrakulikuler seperti organisasi keolahragaan dan semacamnya.
d)      Perlu pembinaan kesehatan reproduksi bahkan penyakit akibat seks bebas serta resiko-resiko yang akan dihadapi saat melakukan hal tersebut.
e)      Perlunya penekanan pada nilai-nilai moral, norma, serta agama sejak sedini mungkin.

Referensi:

Elishabet, Hurlock,

Santrock, John. W, 2003. Adolescence. Erlangga: Jakarta

http//www.psikologizone.com/fase-fase-perkembangan manusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar