Hasnawati Lahamuddin
1171040076
A.
Introuction
1.
Dalam perspektif sejarah remaja, terdapat pembagian
jaman. Yang pertama adalah Jaman Yunani. Pada jaman Yunani kuno, baik
Plato maupun Aristoteles membuat pernyataan tentang remaja. Seperti yang dijelaskan
dalam buku The Republik, Plato menjelaskan tentang tiga faset dari perkembangan
jiwa manusia yaitu keinginan, semangat dan nalar. Menurut Plato, nalar
merupakan faset tertinggi yang muncul pada saat remaja. Aristoteles menegaskan bahwa hal terpenting dalam
masa remaja adalah pembentukan kemampuan untuk memilih. Menurut Aristoteles, kemampuan
untuk menentukan secara mandiri ini merupakan tanda dari kematangan. Ia percaya
bahwa pada permulaan masa remaja indiviu tidak stabil dan tidak sabar, karena
kurang adanya kontrol diri yang dibutuhkan untuk menjadi seseorang yang matang.
Jaman Pertengahan dan Masa Pencerahan anak dianggap sebagai miniatur
orang dewasa. Anak dan remaja dianggap mempunyai minat yang sama dengan orang dewasa.
Dan karena mereka hanyalah orang dewasa mini, mereka juga diperlakukan seperti
orang dewasa dengan disiplin ketat dan keras. Jaman ini anak dan remaja disamakan
dengan orang-orang dewasa. Namun pada abad ke-18 Rousseau menawarkan pandangan
positif tentang remaja. Dia berpendapat bahwa memperlakukan orang dewasa mini ini
sangat berbahaya. Remaja Pada Tahun-Tahun Pertama Berdirinya Negara Amerika,
kesempatan untuk bersekolah menjadi kenyataan dan lebih banyak pilihan untuk
berkarir. Tetapi meningkatnya kekacauan dan kekerasan menjai ciri masyarakat
waktu ini. Pada masa permulaan republik, remaja mulai melakukan perpindahan dari
daerah ke perkotaan. Remaja laki-laki sudah mulai melakukan magang di berbagai
tempat kerja. Abad ke-20, pada masa ini remaja mendapat status yang lebih baik dalam
masyarakat sekaligus melalui beberapa perubahan yang kompleks. Sikap pasif dan
konformitas pada kepemimpinan orang dewasa digantikan dengan meningkatnya otonomi
dan konformitas pada nilai teman sebaya. Orang dewasa mulai meniru gaya remaja,
bukan sebaliknya.
2.
Remaja adalah suatu tahap
pertumbuhan atau transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Dalam buku
karangan Hurlock masa remaja dalam 2 yaitu remaja awal (13-16/17) dan remaja
akhir (16/17-18). Menurut Konpka (Pikunas, 1976) masa remaja ini meliputi (a)
remaja awal: 12-15 tahun; (b) remaja madya: 15-18 tahun; (c) remaja akhir:
19-22 tahun.
3.
William Kay mengemukakan tugas-tugas
perkembangan remaja sebagai berikut :
a)
Menerima fisiknya sendiri berikut
keragaman kualitasnya.
b)
Mencapai kemandirian emosional dari
orangtua atau figur-figur yang mencapai otoritas.
c)
Mengembangkan keterampilan
komunikasi interpersonal dan belajar bergaul dengan teman sebaya atau orang
lain, baik secara individu maupun kelompok.
d)
Menemukan manusia model yang
dijadikan identitasnya.
e)
Menerima dirinya sendiri dan
memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri.
f)
Memperkuat self-control (kemampuan
mengendalikan diri) atas dasar skala nilai. Prinsip-prinsip atau falsafah hidup
(Weltanschauung).
g)
Mampu meninggalkan reaksi dan
penyesuaian diri (sikap/perilaku) kenak-kanakan.
4.
Menurut Hurlock 5 minat perubahan
remaja ialah:
1)
Minat sosial. Misalnya pesta,
minuman keras, percakapan, ketertarikan lawan jenis dan sebagainya.
2)
Minat pribai. Misalnya minat paa
penampilan, an sebagainya.
3)
Minat pada agama
4)
Minat pada pekerjaan
5)
Minat pada pendidikan
5.
Menurut Root dalam Hurlock (2004),
pubertas merupakan suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan
alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reprouksi. Menurut Prawirohardjo
(1999:127), pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa.
B.
Aspek Biologis
Remaja
1.
Pada masa remaja terdapat 2 jenis
hormon yang sangat penting yaitu anrdogen dan estrogen. Anrdogen adalah hormon
laki-laki dan estrogen adalah hormon perempuan. Testosteron adalah jenis dari
anrdogen yang berperan penting pada sejumlah perubahan fisik pada anak
laki-laki, perkembangan alat kelamin luar, bertambahnya tinggi badan, dan
perubahan suara. Sedankan Estraiol merupakan jenis estrogen yang apabila
kadarnya meningkat maka akan menyebabkan perkembangan payudara, rahim dan
perubahan tulang pada kerangka tubuh.
2.
Perkembangan fisik remaja
|
No.
|
Perempuan
|
Laki-Laki
|
|
1
|
Perkembangan
rahim dan vagina
|
Perkembangan
penis dan kantung zakar
|
|
2
|
Pinggul
melebar
|
Tumbuh jakun
|
|
3
|
Payudara
membesar
|
Suara mulai
pecah
|
|
4
|
Tumbuh bulu
kemaluan dan ketiak
|
Bahu melebar
|
|
5
|
|
Tumbuh
bulu kemaluan dan ketiak
|
3.
Menarche merupkan suatu pertanda dari
kematangan seksual pada remaja perempuan yaitu menstruasi yang pertama.
Biasanya terjadi pada umur 9-15 tahun (Santrock), menurut banyak ahli ini bisa
jadi hal yang paling bersejarah dalam hidup seseorang. Mimpi basah juga
pertanda dari kematangan seksual pada laki-laki.
C.
Perkembangan
Emosi
1.
Pastinya remaja adalah masa yang
menimbulkan ketakutan karena pada masa ini muncul berbagai macam
perubahan-perubahan yang sangat drastis. Mulai dari fisik, peran sosial, bahkan
emosi dan hal-hal lain yang banyak remaja awal yang ketakutan pada proses
penerimaan dan adaptasinya.
2.
Hal ini merupakan peningkatan emosional
yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang biasa disebut oleh Anna
Freud sebagai Stres & Stroam. Peningkatan emosional merupakan hasil dari
perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Pada kondisi
sosial, hal ini merupakan pertanda remaja berada dalam kondisi baru yang sangat
berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa remaja akan datang banyak tuntutan dan
tekanan misalnya tidak boleh bertingkah kekanak-kanakan, harus mandiri, harus
bertanggung jawab, harus begini, harus begitu, dan sebagainya.
3.
Ciri remaja yang emosinya sudah
matang menurut Hurlock (2000):
a)
Emosinya tidak meledak-ledak dihaapan
orang lain, melainkan menunggu saat dan tempat yang lebih tepat untuk mengungkapkan
emosinya dengan cara yang lebih bisa diterima.
b)
Menilai situasi secara kritis terlebih
dahulu sebelum bereaksi secara emosional negatif.
c)
Memiliki reaksi emosional yang
stabil.
D.
Perkembangan
Sosial
1.
Menurut Ericson, masa remaja terjadi
pada tahap identitas vs kekacauan identitas. Pada saat ini indiviu dihadapkan
pada pertanyaan siapa mereka, mereka sebenarnya apa, dan kemana mereka menuju dalam
hiupnya. Remaja dihaapkan dengan banyak peran baru yang menyangkut masalah
asmara, pekerjaannya bahkan perannya dalam masyarakat.
2.
Seperti kata Ericson bahwa remaja adalah
masa serba bingung dalam pencarian jati diri. Pada masa ini remaja akan sangat
memperhatikan penampilan, nah apabila ia mengidolakan seseorang otomatis ia
akan menganggap idolanya itu yang paling keren dan paling benar maka dari sini dia
akan lebih cenderung untuk menirukan gaya dari idolanya.
3.
Perkembangan sosial remaja pada
tahap remaja awal biasanya terjadi kesulitan dalam penempatan diri. Yang dimaksukan
disini ialah adanya kebingungan terhadap peran sosial yang akan dihaapinya,
semua hal menjadi serba salah dan menimbulkan banyak pertanyaan. Pada tahap
remaja akhir biasanya hal-hal menjadi lebih mudah karena faktor kebiasaan. Pada
tahap ini hubungan remaja dengan orang tua, teman sebaya dan masyarakat akan
semakin membaik. Yang jelas pada tahap ini penempatan diri remaja sudah semakin
baik.
4.
Jenis ietitas iri remaja:
a)
Diffused Identity. Menurut Marcia
dalam Nielsen (1997:146), remaja tipe ini belum bisa memilih tujuan hidup dan
panggilan idiologi. Tipe ini cenderung tidak memiliki rasa ingin tahu,
melainkan hanya ingin mengikuti arus sosial dan tidak sadar akan ketidak
nyamanannya.
b)
Moratorium. Tipe ini hampir serupa
diffused idetity, tipe ini masih belum tahu siapa jati dirinya namun memiliki
rasa ingin tahu yang besar dan berusaha untuk menemukan identitasnya. Remaja dengan
tipe ini mengalami stress yang besar dan selalu gelisah akibat tidak adanya identitas
atau jati dirinya. Hal ini berujung pada pengekspresian emosi yang besar,
kebingungan, dan adanya perasaan ingin bebas agar lebih leluasa mencari jati dirinya.
c)
Foreclose Identity. Remaja tipe ini
telah mengetahui tujuan hidupnya dan pandangan hidup dengan jelas, tapi dengan
bimbingan atau tentuan dari orang yang berpengaruh dalam hidupnya seperti orang
tua. Namun remaja tipe ini cenderung menganggap jati diri mereka sebagai suatu
keharusan yang wajib diambil tanpa memanang kenyamanan diri sendiri.
d)
Achivement Identity. Remaja tipe ini
telah mengalami kebingungan dan ketidak pastian dalam pencarian jati diri dengan
mencoba berbagai macam idiologi dan identitas selama masa remaja. Hasil kerja
keras tersebut membuat remaja memiliki karakter yang kuat serta cenderung
percaya diri. Tipe ini biasanya berfikir rasional serta menentukan jalan hidupnya
sendiri.
E.
Perkembangan
Sexual
1.
Hormon yang berperan dalam
perkembangan sexual remaja yaitu anrdogen dan estrogen. Anrdogen adalah hormon
laki-laki dan estrogen adalah hormon perempuan. Testosteron adalah jenis dari
anrdogen yang berperan penting pada sejumlah perubahan fisik pada anak laki-laki,
perkembangan alat kelamin luar, bertambahnya tinggi badan, dan perubahan suara.
Sedankan Estraiol merupakan jenis estrogen yang apabila kadarnya meningkat maka
akan menyebabkan perkembangan payudara, rahim dan perubahan tulang pada
kerangka tubuh.
2.
Sigmund Freud memang dikenal degan anggapannya
bahwa seks merupakan kebutuhan dasar dari manusia. Dia beranggapan bahwa memang
seks adalah hal yang tidak salah untuk dipenuhi karena memang salah satu
kebutuhan biologis yang utama, Freud beranggapan bahwa indiviu harus berhasil
melewati pengalaman dalam pengembangan pengalaman psikoseksual. Namun hal ini
yang menyebabkan dia mendapat banyak kritikan dari tokoh-tokoh psikoanalisis yang
lain.
3.
Cara mencegah sexual bebas remaja:
a)
Adanya kasih sayang serta perhatian dari
orang tua kepada anak serta pengawasan yang tidak berkesan mengekang.
b)
Orang tua harus senantiasa mengawasi
media massa dan komunikasi.
c)
Hal yang lumayan bagus untuk pencegahan
adalah dengan ikut kegiatan ekstrakulikuler seperti organisasi keolahragaan dan
semacamnya.
d)
Perlu pembinaan kesehatan reproduksi
bahkan penyakit akibat seks bebas serta resiko-resiko yang akan dihadapi saat
melakukan hal tersebut.
e)
Perlunya penekanan pada nilai-nilai
moral, norma, serta agama sejak sedini mungkin.
Referensi:
Elishabet,
Hurlock,
Santrock,
John. W, 2003. Adolescence. Erlangga: Jakarta
http//www.psikologizone.com/fase-fase-perkembangan
manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar