Bahaya
Gangguan Kesehatan pada Fisik dan Kebugaran Perkembangan Dewasa
Puncak kemampuan fisik
dicapai pada usia dibawah 30 tahun, yaitu seringkali antara usia 19 sampai 26
tahun. Kita tidak hanya mencapai kemampuan fisik kita pada rentang umur ini
namun dalam masa ini kita juga dalam kondisi yang paling sehat dan prima. Hanya
sedikit orang dewasa yang memilki masalah kesehatan kronis, dan mereka
mengalami gangguan kesehatan yang lebih sedikit dibandingkan pada saat mereka
anak-anak.
Karena rata-rata dari mereka
mengetahui bagaimana mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan. Meski mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk
mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan,
mereka tidak menjalankannya degan baik. Selain dari itu, terdapat bahaya yang tersembunyi dalam puncak kemampuan dan
kesehatan pada masa dewasa. Pada saat
kaum dewasa telah dapat menggunakan sumber daya fisiknya untuk banyak kesenangan
ataupunpekerjaan, ditambah kenyataan bahwa seringkali mereka pulih dengan mudah
dari stress fisik dan cedera, menjadikan mereka memaksa tubuh terlalu jauh,
misalkan begadang.
Akibat
negatif dari penyalahgunaan tubuh seseorang mungkin tidak terlihat pada
permulaan tetapinantinya mungkin muncul pada dewasa lebih lanjut atau pada
pertengahan masa dewasa,sekitar umur 40 tahun.Pada masa dewasa kita tidak hanya
mencapai puncak kemampuan fisik, tetapikemampuan fisik kita juga mulai menurun.
Kekuatan dan kesehatan otot mulai menunjukkanpenurunan sekitar umur 30-an. Pada
masa ini beberapa individu berhenti berpikir tentangbagaimana gaya hidup
pribadi akan mempengaruhi kesehatan hidup mereka selanjutnya padakehidupan
dewasa.
Dalam
studi longitudinal, kesehatan fisik di usia 30 tahun dapatmemprediksikan
kepuasan hidup pada usia 70 tahun yang mana lebih banyak terjadi padalaki-laki
daripada perempuan. Pada
masa dewasa awal, pondasi fungsi fisik untuk rentang kehidupan selanjutnya
telah dibentuk. Walaupun ada bagian dari kesehatan yang dipengaruhi oleh gen,
faktor perilaku memberikan konstribusi besar kepada kesehatan serta
kesejahteraan pada saat ini maupun saat mendatang. Seperti apa yang dimakan
oleh individu, apakah dia mendapatkan cukup istirahat, seberapa aktif mereka
secara fisik, apakah mereka merokok, apakah mereka mengonsumsi minuman keras
serta obat-obatan terlarang.
Penurunan kemampuan
fisik adalah suatu keluhan yang umum diantara mereka yangmemasuki usia 30-an.
Sistem indera individu menunjukkan sedikit perubahan, tetapi lensamata
kehilangan elastisitasnya dan menjadi kurang mampu mengubah bentuk dan fokus
padabenda-benda yang berjarak dekat. Kemampuan pendengaran mencapai puncak pada
masaremaja dan tetap konstan pada permulaan dewasa awal, tetapi mulai mengalami
penurunanpada akhir masa dewasa awal. Pada pertengahan sampai menjelang akhir
20-an, jaringanlemak tubuh bertambah. Kondisi kesehatan dewasa muda dapat
ditingkatkan denganmengurangi gaya hidup
yang merusak kesehatan.
Menurut Hurlock, puncak efisiensi
fisik biasanya dicapai pada usia pertengahan duapuluhan, setelah itu terjadi
penurunan lambat laun hingga awal usia empat puluhan. Olehkarena itu, pada masa
dewasa muda lebih mampu menghadapi dan mengatasi masalah secarafisik sehingga
penyesuaian fisik berjalan dengan baik.
Pada masa ini individu sudah menyadari
adanya kekurangan fisik pada dirinya namun juga menyadari bahwa ia tidak dapat menghapus
kekurangannya tapi masih mampu untuk
memperbaiki penampilan, kondisi kaum kesehatan
muda dapat ditingkatkan dengan mengurangi gaya hidup yang merusak kesehatan, seperti
makan terlalu banyak, dan dengan menerapkan gaya hidup sehat yang
mencakupnutrisi yang baik dan olahraga. Untuk itu pada masa-masa ini seringkali
dari merekamemperbanyak olahraga bahakan melakukan diet yang super ketat. Minat
akan penampilan ini akan berkurang
menjelang usia tiga puluhan karena dirasa semakin kuatnya ketegangandalam
pekerjaan dan rumah tangga.
Pengaruh
Perilaku Terhadap Kesehatan Fase Dewasa Awal
Kesehatan yang baik bukan masalah
nasib baik. Orang-orang dapat meraih kesehatan dengan melakukan beberapa
aktivitas dan menahan diri dari perilaku negatif yang hanya akan memberikan
kenikmatan sesaat namun memberikan dampak negetif pada kesehatan serta fisik.
Misalnya saja banyak gangguan musculoskeletal berhubungan dengan pekerjaan
dan dapat dicegah.
Cedera tulang belakang biasanya
diakibatkan oleh pengerahan tenaga yang berlebihan untuk mengangkat, mendorong,
menarik, atau membawa objek. Cedera gerakan berulang (repetitiv motion) seperti
carpal tunnel syndrome, dapat dikontrol dengan tindakan seperti
penempatan keyboard komputer yang tepat dan postur tubuh yang baik saat
mengetik (Bernard, 1997; National Research Council, 1998, 2001). Hubungan
antara perilaku dan kesehatan mengilustrasikan kesalingterhubungan antara aspek
perkembangan fisik, kognitif, dan emosional. Apa yang diketahui oleh
orang-orang tentang kesehatan memengaruhi tindakan mereka dan tindakan mereka
memengaruhi perasaan mereka.
Akan tetapi, pengetahuan tentang
kebiasaan yang sehat saja tidak cukup. Lingkungan kepribadian, emosi, dan
sosial sering kali mengganggu apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang dan
mengarahkan mereka kepada perilaku yang tidak sehat. Berikut beberapa contoh
bahaya kesehatan fisik serta hal-hal yang perlu diperhatikan pada masa dewasa
awal:
Nutrisi
dan Kolesterol. Apa yang kita makan mempengaruhi
bagaimana penampilan, perasaan, dan kerentanan orang-orang terhadap penyakit.
Kebiasaan makan berperan penting dalam berbagai macam penyakit seperti
kolesterol berlebihan yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Orang-orang yang
mengonsumsi buah-buahan dan sayur terutama yang mengandung banyak carotenoid
bisa menurunkan peluang terjangkit penyakit jantung danstroke.
Konsumsi lemak meningkatkan resiko
kardiovaskular, terutama level dari kolesterol (Brunnet Iet al., 1997). Dalam
studi 25 tahun terhadap ebih dari 12.000 pria dari 5 negara. Level kolesterol
secara langsung berkaitan dengan resiko kematian akibat penyakit jantung
koroner (Verschuren et al., 1995). Mengontrol kolesterol melalui diet dan medis
dapat secara signifikan menurunkan resiko tersebut.
Obesitas.
Obesitas
pada orang dewasa biasanya diukur dengan body mass index, jumlah kilogram berat
per meter persegi tinggi. Seorang dewasa dengan MBI 25 atau lebih dianggap
kelebihan berat badan, dan seseorang dengan MBI 30 atau lebih dianggap masuk
kategori obes. Kriteria lain untuk obesitas adalah persentase lemak tubuh; pria
dengan lemak tubuh lebih dari 25% dan wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30%
bisa dianggap obes (NCBI; 2002).
Kecenderungan terhadap obesitas bisa
jadi diwariskan, dan kecenderungan genetik ini mungkin saja berinteraksi dengan
faktor lingkungan dan perilaku. Para periset telah mengidentifikasikan mutasi
genetik pada tikus yang mungki mengacaukan pusat kontrol nafsu makan di otak
dengan mencegah produksi protein leptin, yang memberitahu otak saat
tubuh telah cukup makan. Pada diri manusia, berlebih-lebihan dalam makan
mungkin diakibatkan oleh kegagalan otak untuk merespon sinyal protein ini.
Akhirnya riset ini mungkin dapat mengarah kepada identifikasi dan penanganan
orang-orang yang cenderung kepada obesitas.
Dalam masyarakat yang mengalami
kelangsinga, kegemukan dapat mengarah pada masalah emosional. Kondisi tersebut
juga membawa resiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, diabetes,
batu empedu dan berbagai macam kanker serta penurunan kualitas hidup.
Orang-orang yang menderita kegemukan memiliki 30-50% lebih banyak masalah medis
ketimbang perokok atau peminum (Strum, 2002). Karena kelebihan berat badan
menjadi semakin menyebar seiring dengan umur, pencegahan kegemukan pada masa
muda melalui makanan sehat dan aktivitas fisik regular merupakan pendekatan
yang paling baik (Wickelgren, 1998).
Aktifitas
Fisik. Orang dewasa yang aktif secara fisik mendapatkan
banyak keuntungan. Disamping membantu mempertahankan berat badan yang
diinginkan, aktifitas fisik membangun otot dalam hal ini menguatkan jantung dan
paru-paru dan menurunka tekanan darah. Selain itu dapat membantu melindungi
dari penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, dan osteoporosis serta
meredakan kekhawatiran dan depresi yang dapat memanjangkan umur. Apabilaorang
dewasa terlibat dalam 30 menit aktivitas fisik moderat setiap hari,
diperkirakan 250.000 kematian per tahun dapat dihindari.
Merokok.
Merokok adalah penyebab kematian utama di AS (AHA, 1995). Kebiasaan tersebut
membunuh sekitar 400.000 orang setiap tahunnya dan melumpuhkan jutaan yang
lain. Ketika korban merokok pasif ditambahkan, daftar tersebut dapat bertambah
hingga 450.000 (Bartecchi, Mac Kensie, & Schrier; 1995).
Diseluruh dunia, sepertiga dari
orang dewasa merokok. Dan hubungan antara merokok dengan kanker paru-paru telah
terbukti. Merokok dan keterbukaan terhadap lingkungan rokok diperkirakan
bertanggung jawab terhadap 90% kanker paru-paru *di AS (Wingo; 1999). Merokok
juga berkaitan dengan kanker perut, liver, pangkal tenggorokan, mulut, eshopagus,
kandung kemih, ginjal, pankreas dan cervix. Berkaitan pula dengan masalah perut
seperti bisul, hingga masalah pernapasan seperti bronkitis dan emphysema,
dan osteoporosis serta penyakit jantung.
Berhenti untuk mengonsumsi rokok
adalah hal yang sangat bagus. Permen karet nikotin, keping nikotin, semprotan
dan inhaler hidung nikotin, terutama ketika dikombinasikan dengan
konseling akan dapat membantu pecandu
untuk berhenti secara gradual dan aman.
Alkohol.
Biasanya orang dewasa yang duduk di bangku Universitas adalah saat puncak untuk
mengonsumsi minuman beralkohol. Walaupun kekerapan meminum minuman keras
merupakan hal yang biasa pada usia ini, mahasiswa cenderung meminum lebih
banyak dan skala terus-menerus dibandingkan teman sebaya yang tidak kuliah(
hasil penelitian di AS).
Pengonsumsian alkohol diasosiasikan
dengan resiko khas masa dewasa awal yang belum lepas dari bayangan masa remaja
yaitu kecelakaan lalu lintas, kriminalis, dan inveksi HIV(Light;1999). Alkoholisme
adalah penyakit kronis yang melibatkan ketergantungan patalogis terhadap
alkohol, menyebabkan gangguan terhadap kenormalan dan pemenuhan kewajiban. Penanganan
terhadap alkoholisme tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Penanganan
saat ini mencakup detoksifikasi, perumahsakitan, medikasi, psikoterapi
individual dan kelompok, keterlibatan dalam keluarga, dan penyerahan diri ke
organisasi yang memang menangani hal ini.
Obat
terlarang. Menurut survei
penggunaan obat terlarang itu memuncak pada usia sekitar 18 hingga 20 tahun dengan
sekitar 20 persen dari kelompok usia ini menggunakannya setiap bulan.
Obat-obatan yang populer dipakai oleh anak remaja serta dewasa awal adalah mariyuana.
Penggunaan mariyuana dalam jangka
waktu yang panjang diasosiasikan dengan kehilangan ingatan dan perhatian yang
signifikan (Solowij;2002). Pemakaian kokain berat dan kronis juga dapat merubah
fungsi kognitif (Bolla, Cadet, & London; 1998). Dan dari sekian banyak
pecandu obat-obatan terlarang saat masih muda lalu terus memakainya, kesemuanya
mengalami gangguan kesehatan tanpa sempat melalui proses rehabilitasi.
Hal-hal yang secara tidak langsung memengaruhi kesehatan fisik dan
kebugaran:
Status
sosioekonomi dan ras/etnisitas.
Orang yang pendapatannya lebih tinggi biasanya akan mendapatkan jaminan
kesehatan yan baik dengan kekayaannya serta mendapatkan kualitas kesehatannya
bisa terjaga dengan baik dibandingkan dengan orang-orang yang tingkat
pendapatannya rendah.
Pendidikan juga merupakan sesuatu
yang penting karena semakin rendah pendidikan seseorang maka semakin besar juga
kemungkinan mereka untuk memperoleh penyakit-penyakit yang kronis. Hal ini
karena pendidikan yang layak juga dapat diibaratkan dengan pekerjaan yang
layak. Sehingga tentunya tingkat penyakit kronis akan dengan mudah mendatangi
orang berpendidikan rendah.
Hal ini tidak berarti pemasukan dan
pendidikan merupakan penyebab kesehatan yang baik. Akan tetapi kondisi tersebut
berkaitan dengan faktor lingkungan dan gaya hidup berkecenderungan menjadi
penyebab. Kemiskinan diasosiasikan dengan nutrisi buruk, perumahan di bawah
standar bahkan kumuh, keterbukaan terhadap polusi dan perilaku kekerasan dan
akses pelayanan kesehatan yang terbatas.
Perbedaan etnis dalam kesehatan
tidak seluruhnya diatributkan kepada faktor sosioekonomi. Misalnya, meskipun Asro-Amerika
lebih sedikit merokok ditimbang dengan kulit putih namun mereka memetabolisme
lebih banyak nikotin dalam darah mereka sehingga kecenderungan untuk terkena
penyakit kronis juga semakin besar. Penyebabnya adalah genetik, biologis, atau
behavioral.
Pengaruh
Perilaku Terhadap Kesehatan Fase Dewasa Madya
Perhatian terhadap kesehatan.
Hipertensi;
yaitu tekanan darah yang amat tinggi yang semakin manjadi perhatian di
usia pertengahan. Merupakan kondisi kronis umum di kalangan pria berusia 45
sampai 64 tahun dan peringkat kedua yang paling umum di kalangan wanita pada
usia tersebut. Hipertensi dapat mengarah kepada serangan jantung atau stroke,
atau kerusakan otak pada usia senja. (Launer, Masaki, Petrovitch, Foley, &
Havlik, 1995)
Pengaruh; status sosioekonomis
Orang dengan
SSE yang lebih rendah memiliki harapan hidup yang lebih rendah, memiliki lebih
banyak keterbatasan aktivitas dikarenakan penyakit kronis, kesejahteraan yang
lebih rendah, dan memiliki akses yang lebih terbatas kepada perawatan kesehatan
ketimbang orang dengan SSE yang lebih tinggi (Spiro, 2002).
Pengaruh Ras
/ Etnisitas
Sebagian
pengamat megaitkan jurang kesehatan antara orang kulit hitam dan putih, pada
satu sisi, disebabkan oleh stress dan frustrasi akibat prasangka buruk dan diskriminasi
(Chissell, 1989, dkk).
Kesehatan
wanita setelah menopause
·
Penyakit
jantung. Untuk setiap sepuluh tahun setelah menopause, resiko penyakit jantung
meningkat tiga kali lipat (Barrett-Connor, et al., 2002). Faktor genetik bisa
saja menentukan puncak massa tulang. Namun gaya hidup yang baik dapat membuat
perbedaan yang signifikan khususnya jika dilakukan sejak dini.
·
Pelemahan
tulang dan osteoporosis. Yaitu kondisi di mana tulang menjadi tipis dan rapuh
sebagai akibat penipisan kalsium yang berlangsung cepat.
·
Kanker
payudara dan mamografi. Satu dari delapan wanita amerika dan satu dari sembilan
wanita inggris menderita kanker payudara pada satu masa dalam hidup mereka
(ACS, 2001; Pearson, 2002).
·
Hysterectomy.
Ini adalah pengangkatan uterus melalui operasi yang umumnya dilakukan untuk
mengangkat tumor lunak atau karena pendarahan peranakan abnormal atau
endometriosis.
·
Terapi
penggantian hormon. Pengobatan dengan esterogen buatan, terkadang diberikan
bersama progesterone, untuk mencegah simpom yang disebabkan menurunnya level
estrogen setelah monopause.
Referensi: Hurlock and human development
Tidak ada komentar:
Posting Komentar