Selasa, 18 September 2012

Psikologi Perkembangan Dewasa dan Lansia


Bahaya Gangguan Kesehatan pada Fisik dan Kebugaran Perkembangan Dewasa
            Puncak kemampuan fisik dicapai pada usia dibawah 30 tahun, yaitu seringkali antara usia 19 sampai 26 tahun. Kita tidak hanya mencapai kemampuan fisik kita pada rentang umur ini namun dalam masa ini kita juga dalam kondisi yang paling sehat dan prima. Hanya sedikit orang dewasa yang memilki masalah kesehatan kronis, dan mereka mengalami gangguan kesehatan yang lebih sedikit dibandingkan pada saat mereka anak-anak.
            Karena rata-rata dari mereka mengetahui bagaimana mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan. Meski mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan, mereka tidak menjalankannya degan baik. Selain dari itu, terdapat bahaya yang tersembunyi dalam puncak kemampuan dan kesehatan pada masa dewasa. Pada  saat kaum dewasa telah dapat menggunakan sumber daya fisiknya untuk banyak kesenangan ataupunpekerjaan, ditambah kenyataan bahwa seringkali mereka pulih dengan mudah dari stress fisik dan cedera, menjadikan mereka memaksa tubuh terlalu jauh, misalkan begadang.
                Akibat negatif dari penyalahgunaan tubuh seseorang mungkin tidak terlihat pada permulaan tetapinantinya mungkin muncul pada dewasa lebih lanjut atau pada pertengahan masa dewasa,sekitar umur 40 tahun.Pada masa dewasa kita tidak hanya mencapai puncak kemampuan fisik, tetapikemampuan fisik kita juga mulai menurun. Kekuatan dan kesehatan otot mulai menunjukkanpenurunan sekitar umur 30-an. Pada masa ini beberapa individu berhenti berpikir tentangbagaimana gaya hidup pribadi akan mempengaruhi kesehatan hidup mereka selanjutnya padakehidupan dewasa.
                Dalam studi longitudinal, kesehatan fisik di usia 30 tahun dapatmemprediksikan kepuasan hidup pada usia 70 tahun yang mana lebih banyak terjadi padalaki-laki daripada perempuan. Pada masa dewasa awal, pondasi fungsi fisik untuk rentang kehidupan selanjutnya telah dibentuk. Walaupun ada bagian dari kesehatan yang dipengaruhi oleh gen, faktor perilaku memberikan konstribusi besar kepada kesehatan serta kesejahteraan pada saat ini maupun saat mendatang. Seperti apa yang dimakan oleh individu, apakah dia mendapatkan cukup istirahat, seberapa aktif mereka secara fisik, apakah mereka merokok, apakah mereka mengonsumsi minuman keras serta obat-obatan terlarang.
            Penurunan kemampuan fisik adalah suatu keluhan yang umum diantara mereka yangmemasuki usia 30-an. Sistem indera individu menunjukkan sedikit perubahan, tetapi lensamata kehilangan elastisitasnya dan menjadi kurang mampu mengubah bentuk dan fokus padabenda-benda yang berjarak dekat. Kemampuan pendengaran mencapai puncak pada masaremaja dan tetap konstan pada permulaan dewasa awal, tetapi mulai mengalami penurunanpada akhir masa dewasa awal. Pada pertengahan sampai menjelang akhir 20-an, jaringanlemak tubuh bertambah. Kondisi kesehatan dewasa muda dapat ditingkatkan denganmengurangi gaya hidup yang merusak kesehatan.
            Menurut Hurlock, puncak efisiensi fisik biasanya dicapai pada usia pertengahan duapuluhan, setelah itu terjadi penurunan lambat laun hingga awal usia empat puluhan. Olehkarena itu, pada masa dewasa muda lebih mampu menghadapi dan mengatasi masalah secarafisik sehingga penyesuaian fisik berjalan dengan baik.
            Pada masa ini individu sudah menyadari adanya kekurangan fisik pada dirinya namun juga menyadari bahwa ia tidak dapat menghapus kekurangannya tapi masih mampu untuk memperbaiki penampilan, kondisi kaum kesehatan muda dapat ditingkatkan dengan mengurangi gaya hidup yang merusak kesehatan, seperti makan terlalu banyak, dan dengan menerapkan gaya hidup sehat yang mencakupnutrisi yang baik dan olahraga. Untuk itu pada masa-masa ini seringkali dari merekamemperbanyak olahraga bahakan melakukan diet yang super ketat. Minat akan penampilan  ini akan berkurang menjelang usia tiga puluhan karena dirasa semakin kuatnya ketegangandalam pekerjaan dan rumah tangga.
Pengaruh Perilaku Terhadap Kesehatan Fase Dewasa Awal
            Kesehatan yang baik bukan masalah nasib baik. Orang-orang dapat meraih kesehatan dengan melakukan beberapa aktivitas dan menahan diri dari perilaku negatif yang hanya akan memberikan kenikmatan sesaat namun memberikan dampak negetif pada kesehatan serta fisik. Misalnya saja banyak gangguan musculoskeletal berhubungan dengan pekerjaan dan dapat dicegah.
            Cedera tulang belakang biasanya diakibatkan oleh pengerahan tenaga yang berlebihan untuk mengangkat, mendorong, menarik, atau membawa objek. Cedera gerakan berulang (repetitiv motion) seperti carpal tunnel syndrome, dapat dikontrol dengan tindakan seperti penempatan keyboard komputer yang tepat dan postur tubuh yang baik saat mengetik (Bernard, 1997; National Research Council, 1998, 2001). Hubungan antara perilaku dan kesehatan mengilustrasikan kesalingterhubungan antara aspek perkembangan fisik, kognitif, dan emosional. Apa yang diketahui oleh orang-orang tentang kesehatan memengaruhi tindakan mereka dan tindakan mereka memengaruhi perasaan mereka.
            Akan tetapi, pengetahuan tentang kebiasaan yang sehat saja tidak cukup. Lingkungan kepribadian, emosi, dan sosial sering kali mengganggu apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang dan mengarahkan mereka kepada perilaku yang tidak sehat. Berikut beberapa contoh bahaya kesehatan fisik serta hal-hal yang perlu diperhatikan pada masa dewasa awal:
Nutrisi dan Kolesterol. Apa yang kita makan mempengaruhi bagaimana penampilan, perasaan, dan kerentanan orang-orang terhadap penyakit. Kebiasaan makan berperan penting dalam berbagai macam penyakit seperti kolesterol berlebihan yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Orang-orang yang mengonsumsi buah-buahan dan sayur terutama yang mengandung banyak carotenoid bisa menurunkan peluang terjangkit penyakit jantung danstroke.
            Konsumsi lemak meningkatkan resiko kardiovaskular, terutama level dari kolesterol (Brunnet Iet al., 1997). Dalam studi 25 tahun terhadap ebih dari 12.000 pria dari 5 negara. Level kolesterol secara langsung berkaitan dengan resiko kematian akibat penyakit jantung koroner (Verschuren et al., 1995). Mengontrol kolesterol melalui diet dan medis dapat secara signifikan menurunkan resiko tersebut.
Obesitas. Obesitas pada orang dewasa biasanya diukur dengan body mass index, jumlah kilogram berat per meter persegi tinggi. Seorang dewasa dengan MBI 25 atau lebih dianggap kelebihan berat badan, dan seseorang dengan MBI 30 atau lebih dianggap masuk kategori obes. Kriteria lain untuk obesitas adalah persentase lemak tubuh; pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dan wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% bisa dianggap obes (NCBI; 2002).
            Kecenderungan terhadap obesitas bisa jadi diwariskan, dan kecenderungan genetik ini mungkin saja berinteraksi dengan faktor lingkungan dan perilaku. Para periset telah mengidentifikasikan mutasi genetik pada tikus yang mungki mengacaukan pusat kontrol nafsu makan di otak dengan mencegah produksi protein leptin, yang memberitahu otak saat tubuh telah cukup makan. Pada diri manusia, berlebih-lebihan dalam makan mungkin diakibatkan oleh kegagalan otak untuk merespon sinyal protein ini. Akhirnya riset ini mungkin dapat mengarah kepada identifikasi dan penanganan orang-orang yang cenderung kepada obesitas.
            Dalam masyarakat yang mengalami kelangsinga, kegemukan dapat mengarah pada masalah emosional. Kondisi tersebut juga membawa resiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, diabetes, batu empedu dan berbagai macam kanker serta penurunan kualitas hidup. Orang-orang yang menderita kegemukan memiliki 30-50% lebih banyak masalah medis ketimbang perokok atau peminum (Strum, 2002). Karena kelebihan berat badan menjadi semakin menyebar seiring dengan umur, pencegahan kegemukan pada masa muda melalui makanan sehat dan aktivitas fisik regular merupakan pendekatan yang paling baik (Wickelgren, 1998).
Aktifitas Fisik. Orang dewasa yang aktif secara fisik mendapatkan banyak keuntungan. Disamping membantu mempertahankan berat badan yang diinginkan, aktifitas fisik membangun otot dalam hal ini menguatkan jantung dan paru-paru dan menurunka tekanan darah. Selain itu dapat membantu melindungi dari penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, dan osteoporosis serta meredakan kekhawatiran dan depresi yang dapat memanjangkan umur. Apabilaorang dewasa terlibat dalam 30 menit aktivitas fisik moderat setiap hari, diperkirakan 250.000 kematian per tahun dapat dihindari.
Merokok. Merokok adalah penyebab kematian utama di AS (AHA, 1995). Kebiasaan tersebut membunuh sekitar 400.000 orang setiap tahunnya dan melumpuhkan jutaan yang lain. Ketika korban merokok pasif ditambahkan, daftar tersebut dapat bertambah hingga 450.000 (Bartecchi, Mac Kensie, & Schrier; 1995).
            Diseluruh dunia, sepertiga dari orang dewasa merokok. Dan hubungan antara merokok dengan kanker paru-paru telah terbukti. Merokok dan keterbukaan terhadap lingkungan rokok diperkirakan bertanggung jawab terhadap 90% kanker paru-paru *di AS (Wingo; 1999). Merokok juga berkaitan dengan kanker perut, liver, pangkal tenggorokan, mulut, eshopagus, kandung kemih, ginjal, pankreas dan cervix. Berkaitan pula dengan masalah perut seperti bisul, hingga masalah pernapasan seperti bronkitis dan emphysema, dan osteoporosis serta penyakit jantung.
            Berhenti untuk mengonsumsi rokok adalah hal yang sangat bagus. Permen karet nikotin, keping nikotin, semprotan dan inhaler hidung nikotin, terutama ketika dikombinasikan dengan konseling  akan dapat membantu pecandu untuk berhenti secara gradual dan aman.
Alkohol. Biasanya orang dewasa yang duduk di bangku Universitas adalah saat puncak untuk mengonsumsi minuman beralkohol. Walaupun kekerapan meminum minuman keras merupakan hal yang biasa pada usia ini, mahasiswa cenderung meminum lebih banyak dan skala terus-menerus dibandingkan teman sebaya yang tidak kuliah( hasil penelitian di AS).
            Pengonsumsian alkohol diasosiasikan dengan resiko khas masa dewasa awal yang belum lepas dari bayangan masa remaja yaitu kecelakaan lalu lintas, kriminalis, dan inveksi HIV(Light;1999). Alkoholisme adalah penyakit kronis yang melibatkan ketergantungan patalogis terhadap alkohol, menyebabkan gangguan terhadap kenormalan dan pemenuhan kewajiban. Penanganan terhadap alkoholisme tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Penanganan saat ini mencakup detoksifikasi, perumahsakitan, medikasi, psikoterapi individual dan kelompok, keterlibatan dalam keluarga, dan penyerahan diri ke organisasi yang memang menangani hal ini.
Obat terlarang. Menurut survei penggunaan obat terlarang itu memuncak pada usia sekitar 18 hingga 20 tahun dengan sekitar 20 persen dari kelompok usia ini menggunakannya setiap bulan. Obat-obatan yang populer dipakai oleh anak remaja serta dewasa awal adalah mariyuana.
            Penggunaan mariyuana dalam jangka waktu yang panjang diasosiasikan dengan kehilangan ingatan dan perhatian yang signifikan (Solowij;2002). Pemakaian kokain berat dan kronis juga dapat merubah fungsi kognitif (Bolla, Cadet, & London; 1998). Dan dari sekian banyak pecandu obat-obatan terlarang saat masih muda lalu terus memakainya, kesemuanya mengalami gangguan kesehatan tanpa sempat melalui proses rehabilitasi.

Hal-hal yang secara tidak langsung memengaruhi kesehatan fisik dan kebugaran:
Status sosioekonomi dan ras/etnisitas. Orang yang pendapatannya lebih tinggi biasanya akan mendapatkan jaminan kesehatan yan baik dengan kekayaannya serta mendapatkan kualitas kesehatannya bisa terjaga dengan baik dibandingkan dengan orang-orang yang tingkat pendapatannya rendah.
            Pendidikan juga merupakan sesuatu yang penting karena semakin rendah pendidikan seseorang maka semakin besar juga kemungkinan mereka untuk memperoleh penyakit-penyakit yang kronis. Hal ini karena pendidikan yang layak juga dapat diibaratkan dengan pekerjaan yang layak. Sehingga tentunya tingkat penyakit kronis akan dengan mudah mendatangi orang berpendidikan rendah.
            Hal ini tidak berarti pemasukan dan pendidikan merupakan penyebab kesehatan yang baik. Akan tetapi kondisi tersebut berkaitan dengan faktor lingkungan dan gaya hidup berkecenderungan menjadi penyebab. Kemiskinan diasosiasikan dengan nutrisi buruk, perumahan di bawah standar bahkan kumuh, keterbukaan terhadap polusi dan perilaku kekerasan dan akses pelayanan kesehatan yang terbatas.
            Perbedaan etnis dalam kesehatan tidak seluruhnya diatributkan kepada faktor sosioekonomi. Misalnya, meskipun Asro-Amerika lebih sedikit merokok ditimbang dengan kulit putih namun mereka memetabolisme lebih banyak nikotin dalam darah mereka sehingga kecenderungan untuk terkena penyakit kronis juga semakin besar. Penyebabnya adalah genetik, biologis, atau behavioral.

Pengaruh Perilaku Terhadap Kesehatan Fase Dewasa Madya
 Perhatian terhadap kesehatan.
Hipertensi;  yaitu tekanan darah yang amat tinggi yang semakin manjadi perhatian di usia pertengahan. Merupakan kondisi kronis umum di kalangan pria berusia 45 sampai 64 tahun dan peringkat kedua yang paling umum di kalangan wanita pada usia tersebut. Hipertensi dapat mengarah kepada serangan jantung atau stroke, atau kerusakan otak pada usia senja. (Launer, Masaki, Petrovitch, Foley, & Havlik, 1995)
 Pengaruh; status sosioekonomis
Orang dengan SSE yang lebih rendah memiliki harapan hidup yang lebih rendah, memiliki lebih banyak keterbatasan aktivitas dikarenakan penyakit kronis, kesejahteraan yang lebih rendah, dan memiliki akses yang lebih terbatas kepada perawatan kesehatan ketimbang orang dengan SSE yang lebih tinggi (Spiro, 2002).
Pengaruh Ras / Etnisitas
Sebagian pengamat megaitkan jurang kesehatan antara orang kulit hitam dan putih, pada satu sisi, disebabkan oleh stress dan frustrasi akibat prasangka buruk dan diskriminasi (Chissell, 1989, dkk).

Kesehatan wanita setelah menopause
·         Penyakit jantung. Untuk setiap sepuluh tahun setelah menopause, resiko penyakit jantung meningkat tiga kali lipat (Barrett-Connor, et al., 2002). Faktor genetik bisa saja menentukan puncak massa tulang. Namun gaya hidup yang baik dapat membuat perbedaan yang signifikan khususnya jika dilakukan sejak dini.
·         Pelemahan tulang dan osteoporosis. Yaitu kondisi di mana tulang menjadi tipis dan rapuh sebagai akibat penipisan kalsium yang berlangsung cepat.
·         Kanker payudara dan mamografi. Satu dari delapan wanita amerika dan satu dari sembilan wanita inggris menderita kanker payudara pada satu masa dalam hidup mereka (ACS, 2001; Pearson, 2002).
·         Hysterectomy. Ini adalah pengangkatan uterus melalui operasi yang umumnya dilakukan untuk mengangkat tumor lunak atau karena pendarahan peranakan abnormal atau endometriosis.
·         Terapi penggantian hormon. Pengobatan dengan esterogen buatan, terkadang diberikan bersama progesterone, untuk mencegah simpom yang disebabkan menurunnya level estrogen setelah monopause.



Referensi: Hurlock and human development

Tidak ada komentar:

Posting Komentar