Minggu, 16 Desember 2012

Observasi lansia successfull aging (SA) beserta verbatim hasil wawancara


LAPORAN WAWANCARA LANSIA
SUCCESSFULL AGING






HASNAWATI LAHAMUDDIN
1171040076





FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2012



SUCCESSFULL AGING

BIODATA
Nama                                    : H. SR
Usia                                       : 61
Pekerjaan                           : Pensiunan Polisi
Nama Istri                           : Hj. St. Marham
Pekerjaan Istri                   : Pensiunan Guru
Jumlah Anak                      : 4
     
NO
Jenis Kelamin
Usia
Pekerjaan/Sekolah
1
Laki-laki
35
Pegawai BUMN/Bank
2
Laki-laki
33
Bulog
3
Perempuan
30
Perawat
4
Laki-laki
26
Guru
Cucu                      : 6

Tanggal Wawancara        : 10 Desember 2012
Jam Wawancara               : 13.00-14.00 WITA
Setting                                  :
                Wawancara di lakukan di Kabupaten Takalar, yakni di rumah responden tepatnya. Kami melakukan wawancara diteras rumahnya sambil duduk di sofa yang sudah terlihat sedikit lusuh. Wawancara ini dilakukan pada siang hari yang sedikit mendung. Dan saat wawancara subjek terlihat lumayan bersemangat dengan peci putihnya.

P
Assalamualaikum om...
R
Iye Waalaikumsalam...
P
Bagaimana kabarta om?
R
Alhamdulillah bajik-bajikja nak. Ikatte iyya?
P
Alhamdulillah sehat ji juga om. Om mauka tanya-tanyaki, boleh ji?
R
Baa... Bisa ji nak, bertanya maki.
P
Tapi tidak apa-apa ji kalau agak aneh pertanyaannya toh om? Kayak yang sudah saya bilang ditelpon.
R
Iye nak tidak apa-apa ji, nanti saya jawabki sebisaku.
P
Kan sekarang pensiun maki toh om, jd apa itu kita kerja bede’ sehari-hari sekarang? Maksudku apa kesibukanta?
R
kalau sekarang ini nak kebetulan ada kios penjualan sepatuku di pasar sentral sama pasar palleko. Itu kiosku yang dipasar sentral bukaki setiap hari tapi kalau yang di pasar Palleko bukanya itu 1 kaliji seminggu. Nah itumi saya kerja setiap hari, awasi karyawanku dikios supaya tena na kare-karena.
P
Oo...  jadi itu terus ji rutinitasta setiap hari om?
R
Masih ada lagi iyya. Selain itu masih sukaka juga pergi main domi sama teman-temanku, sukaka juga membaca buku, karna masih kuatka membaca biar mami pake kacamataka. Eee  sukaka juga pergi-pergi sama ibu jalan-jalan kerumahnya anakku yang dimakassar.
P
Wih masih kuatki jalan-jalan di om?
R
Oh iye, masih kassaka nah.
P
Heheh.. Jadi bagaimanmi perasaanta jalani masa lansiata yang sekarang ini om?
R
Blumpa lansia gang, barupi 61 umurku.
P
Lansia itu umur 60 keatas om.
R
Oh hahahahah... Lansiama padeng di’
P
Hehe... iye om. Jadi bagaimana perasaanta ini memasuki jenjang lansia?
R
Alhamdulillah masih fit ja kayak anak muda nak. Memang iyya fisikku agak kurangmi tapi liatki semangatku masih kayak anak abg gang.
P
Heheh.. jd baik sekali ji ini perasaanta pas lansia di’ om? Terus om bagaimana perasaanta pas pensiun?
R
Ada tonji iyya tidak enaknya saya rasa nak, kayak terbatasmi juga yang bisa saya lakukan. Dulu itu jago sekalika bawa motor biar bagaimana jauhnya tapi sekarang cepat sekalima dodong nak. Nah permasalahan pensiun itu, tidak enak sekali juga saya rasa. Kan terbiasama waktu dari muda untuk pergi apel, jaga tahanan, pengamanan sama kegiatan lain dikantor. Nah sekarang tidak pernahma lagi jadi kayak sering terbayang sama masa-masa dikantorku.
P
Rinduki berarti sama dunia kantor di om.
R
Baa rindu sekalika nak, dulu itu sibuk sekali orang karena banyak sekali dikerja. Tapi sekarang agak kurangmi kerjaan jadi wajarji ada rasa sedikit tidak enak yang saya rasa.
P
Oh... iye. Tapi kalau sekarang ini om apa hal yang paling sering kita pikirkan tentang kehidupanta?
R
Apa di’? paling kesehatanku ji sama ibu. Terus kan masih ada kakakmu yang belum menikah, nah tentunya itu masih saya pikirkan karna itu mami anakku yang belum berkeluarga.
P
Iye di’ Dg. Pole mami belum menikah baru lumayan berumurmi. Tapi bagaimana anak-anakta yang lain yang sudahmi menikah? Masih sering jaki na jenguk?
R
Kalau anak-anakku yang sudah menikah kan 2 orang tinggal  di Makassar 1 orang tinggal sama saya. Yang dimakassar itu selaluji menelpon sama sering ji pulang ke Takalar. Biasa juga saya yang datangi rumahnya kalau lagi mauka jalan-jalan.
P
Pajokkaki juga di om? Heheh
R
Baa tapi tidak terlalu ji nak.
P
Oo.. Mauka lagi bertanya om, kan tadi kita bilang hal yang sering kita pikirkan itu kesehatan toh? Nah ada penyakit atau masalah fisik yang kita derita om?
R
Ededede banyak iya nak. Sakit satu badan, asam urat, agak pudarmi penglihatanku. Begitumi, penyakit orang tua.
P
Oo... kasian. Nah pertanyaan selanjutnya, kalau masalah keuanganta iya sekarang bagaimana om? Kan pensiun maki.
R
Kalau masalah keuangan iyya alhamdulillah masih baik ji. Ada ji gaji pensiunku sama masih ada ji uang dari toko sepatuku. Malah lucu itu, karena anakku yang sudah kerja masih biasa minta uang sama saya. Hahah

P
Heheh.. kakak siapa itu biasa om?
R
Elele yangaseng nak.
P
Hahah... begitu om. Tapi biar ada permasalahan kesehatan sama fisikta masih sering jaki melakukan interaksi sosial tidak om? Misalnya perkumpulan atau persatuan, pokoknya hal-hal sosial om.
R
Iye nak, eee biasaji cerita-cerita sama tetangga. Biasa ji main domi juga, sama kalau ada acara di kampung masih biasa jika ikut nak.
P
Oh iye bagus sekali itu kalau begitu om insyaAllah lebih bersemangatki sama lebih sehat psikista kalau rajinki silaturahmi.
R
Iye nak.
P
Tapi om, misalkan dihadapkanki dalam sebuah masalah kira-kira bagaimana carata selesaikanki?
R
Dulu itu nak saya orangnya koro-koroang sekalika sama susah saya kontrol emosiku jadi suka sekalika bertengkar entah itu sama ibu’nu ee atau sama saudaraku. Baru duluna itu jarang sekalika mau minta maaf duluan, pokoknya orang yang harus minta maaf sama saya. Untungnya itu agak bisami saya kendalikan ini koro-koroangku jadi bisami ada itu ee, apa lagi itue namanya kalau orang dikasi baik.
P
Mediasi om?
R
Itumi mungkin, agak maumika dengar apa nabilang orang.
P
Oh iye cocokmi itu om kalau bukan mediasi, negosiasi. Lanjutmi lagi pertanyaanku nah om. Kan ini 61 tahun maki om, kira-kira masa-masa paling indah dalam hidupta itu kapan om?
R
Kalau masa indah itu deh benyak sekali nak Mulai dari masa-masaku sekolah dulu, masa-masa baruku jadi polisi, menikah, punya anak terus adami juga cucuku.
P
Oh... Brapa lama maki itu menikah om?
R
Sekarang umurku 61 tahunmi baru menikahka sekitar umur 24 tahun jadi sekitar 37 tahunanmi kapang.
P
Nah dari 37 tahun itu kalau kita ingat-ingat bagaimana perasaanta om?
R
Wih dulu itu nak sebenarnya lamapa di bujuk sama mamakku supaya mauka menikah, ternyata annyamangi nak.
P
Enannki di om? Peristiwa apa itu paling kita ingat selama pernikahanta?
R
Banyak sekali nak. Wattuku ijab kabul, waktuku malam pertama, waktuna hamil istriku, waktuna melahirkan. Intinya banyak deh nak.
P
Oo... Jadi puas sekali jaki sama pernikahanta di. Tapi puas jaki juga kita rasa membesarkan sama mendidik kakkak-kakakku selama ini om?
R
Tantumi puaska iyya nak, kaa a’matu-matu ngaseng ji alhamdulillah.
P
Alhamdulillah...
Oh iya om, ada yang kita buat atau kita lakukan supaya bertambahki ilmuta tentang ini masa-masa lansia?
R
Tidak ada ji nak, kalau saya paham tentang lansia palin dari tipi ji kalau nontonga. Atau palingan saya tau tentang hal-hal lansia dari surat kabar ji.
P
Tidak ada kita ikuti club atau persatuan lansiakah om?
R
Elelel paling saya club domino ji ada. Hahah
P
Heheh... Jadi kalau sudah maki liat sama baca tentang lansia, apa kira-kira harapanta yang nalakukan pemerintah untuk lansia?
R
Apa di’? paling mauja lansia juga dilindungi, bukan Cuma komnas perlindungan anak tapi perlimdungan lansia juga. Hahahah
P
Heheh... Bisa juga nanti di sarankan kitu om.
Nah sebelumku lanjutki pertanyaanku, minta maafka om kalau agak tidak enakki didengar.
R
Edede... tidak apa-apa ji nak, bertanya maki.
P
Apa perbedaan yang kita rasakan om tentang lansia?
R
Kayak ji tadi, semangatta itu sangat jauh lebik menurun daripada yang dulu. Terus fisikku itu kayak lowbatmi dirasa.
P
Ooo... iye om. Nah om kan kita tau kalau didunia ini banyak sekali orang yang terlena sama kenikmatannya terus takutmi mati karena itu. Nah kalau menurutta kita om bagaimana?
R
Kalau saya itu tidak takutja mati, karena semua orang pasti mau mati ji, biar capekmi sembunyi tetap tonji akan mati.
P
Kan setiap orang mauji mati om. Nah kalau kita sendiri ini om, apa persiapanta?
R
Pastimi iyya rajin-rajin beribadah sama Allah nak.
P
Yaa... ya...ya... betul itu pak. Nah pertanyaan terakhirmi ini om, menurutta Om apa yang harus dilakukan supaya sukseski kehidupanta?
R
kalau menurutku nak, lebih baik kita lekas berdoa, berusaha sama tawakkal nak.
P
Oh iye palek om, makasih banyak karena mauki saya ganggu.
R
Iye tidak apa-apa ji nak, salamku sama tettanu.
P
Oh iye om...
*Ket:   P=Penanya
            R=Responden (Subjek)

KESIMPULAN:
            Dalam wawancara lansia ini dapat kita mendapatkan bukti bahwa memang betul fase lansia adalah fase menurunnya fungsi fisik dari seseorang. Dalam hal pernikahan, hasil wawancara ini menunjukkan bagaimana seorang individu sangat membutuhkan istri serta keluarga lainnya sebagai pembangki semangat serta tempat untuk mencurahkan segala hal dalam sisa-sisa kehidupan yang dimiliki.
            Dari segi pekerjaan, dalam wawancara ini saya menangkap adanya perbedaan yang signifikan antara orang yang bekerja dan pensiun. Pada lansia yang telah mengalami pensiun akan relatif terkena depresif ringan dimana mereka akan merasakan kebosanan kecuali pada lansia yang mampu melanjutkan karirnya lagi setelah pensiun.
ALASAN MENGANGGAP SA
            Saya menganggap lansia ini SA karena terlihat diusianya yang ke 61 dia tetap terlihat aktif serta memiliki makna bagi orang-orang yang ada disekitarnya. Bahkan di usianya ini dia tidak tergantung pada anaknya serta dia tetap melanjutkan berwirausaha setelah pensiun. Meski kondisi fisiknya menurun namun semangat psikisnya masih bisa di acungi jempol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar